Senin, 10 September 2012

ISRO' MI'ROJ - BENARKAH TERJADI DI BULAN ROJAB?

ISRO' MI'ROJ - BENARKAH TERJADI DI BULAN ROJAB?
Disalin 1 September 2012
Ditulis 26 Juni 2011 di baitulkahfi.com

Wahai anakku -semoga ALLOH selalu menjaga tauhidmu sampai akhir hayatmu-, Usai makan siang di hari jum'at kemarin, tanggal 22 Rojab 1432 H/ 24 Juni 2011, seorang kawan bertanya kepadaku, "Wahai Abu Sahla, Ustadz yang berkhutbah tadi mengatakan bahwa Nabi Muhammad ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam melaksanakan Isro' Mi'roj di bulan Rojab, benarkah?" Sub-haanaLLOOH, dahsyat... di antara sekian banyak jama'ah yang hadir dalam khutbah jum'at dan mendengarkannya, mungkin sangat sedikit yang mau berpikir tentang benarkah Nabi Muhammad ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam melaksanakan Isro' Mi'roj pada bulan Rojab. Aku menjawab, "Wahai shohabatku -semoga ALLOH selalu menurunkan hidayah dan pemahaman Islam yang benar kepadamu di mana pun engkau berada-, sebelum aku menjawab pertanyaanmu tadi, apakah alasanmu menanyakan tentang benarkah peristiwa Isro' Mi'roj Nabi Muhammad ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam pada bulan Rojab?"

Ia menjawab, "Aku ingin di hadapan ALLOH kelak, aku dapat berhujjah dengan benar, dengan keilmuan, bukan dengan taqlid buta (mengikuti tanpa mencari kebenaran), aku dapat lulus dalam pengadilan-NYA dan berlepas diri dari kebodohan."

ALLOHU Akbar,
Hebat... mungkin di antara sekian banyak orang Islam turunan di Indonesia, hanya sedikit orang yang mau berusaha menjemput hidayah ketika yang lain sibuk menunggu datangnya hidayah. Benarlah Firman ALLOH tentang sangat beda antara orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu.

Aku berkata, "Wahai shohabatku, yang pertama, peristiwa Isro' Mi raj Nabi Muhammad ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam benar-benar terjadi, sebagai orang Islam kita wajib meyakini kebenaran peristitiwa Isra & Miraj Nabi Muhammad ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam, karena dalilnya adalah ayat al Qur-an. Barangsiapa yang mengingkari ayat al Qur-an, maka hendaknya ia mempertimbangkan tentang ke-Islam-annya."

"Lalu yang kedua, tentang kebenaran peristiwa Isro Miroj Nabi Muhammad ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam pada bulan Rojab, maka jawabannya adalah sampai sekarang tidak ada kesepakatan para 'Ulama tentang waktu kejadian yang pasti peristiwa Isro Mi roj Nabi Muhammad SAW (ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam)."

======================================================================

Para ulama telah berselisih pendapat. Ibnu Katsir menyebutkan di dalam kitab Al Bidayah Wan Nihayah 3/119, Cetakan Al Fajjalah, dari Az Zuhri dan Urwah: “Bahwa Isra' Mi'raj terjadi satu tahun sebelum Nabi hijrah ke Madinah”. Yakni pada bulan Rabi'ul Awwal.

Dari As Suddi, beliau berkata: “Terjadi 16 bulan sebelum hijrahnya Rasulullah ke Madinah”. Yakni pada bulan Dzulqa'dah.

Al Hafizh Abdul Ghani bin Surur Al Maqdisi membawakan satu hadits, namun tidak sah sanadnya, bahwasanya Isra' Mi'raj (terjadi) pada malam 27 bulan Rajab.
Sebagian orang berkeyakinan, bahwa Isra' Mi'raj terjadi pada malam Jum'at pertama bulan Rajab. Mereka menamakan malam raghaib, yang disyari'atkan untuk shalat (shalat Raghaib), padahal tidak ada dalilnya. Wallahu a'lam. Sampai disini perkataan Ibnu Katsir.

As Saffarini menyebutkan di dalam Syarah Aqidah-nya 2/280, dari Al Waqidi dari rijalnya: Bahwa Isra' Mi'raj (terjadi) pada malam Sabtu, 17 Ramadhan tahun ke12 dari kenabian, 18 bulan sebelum hijrah. Dan diriwayatkan pula dari para gurunya, mereka berkata: Rasul diisra'kan pada malam 17 bulan Rabi'ul Awwal, satu tahun sebelum hijrah. Abu Muhammad Ibnu Hazm mengaku adanya Ijma'. Demikian ini pendapat Ibnu Abbas dan 'Aisyah.

Kemudian As Saffarini menyebutkan satu perkataan dari Ibnul Jauzi: Isra' Mi'raj terjadi pada bulan Rabi'ul Awwal, atau Rajab, atau Ramadhan.

Al Hafizh Ibnu Hajar berkata di dalam Fathul Bari 7/203, bab Al Mi'raj, dari Shahih Al Bukhari: Bahwa perbedaan ulama dalam masalah ini (terdapat) lebih dari 10 pendapat.

Diantaranya, satu tahun sebelum hijrah. Demikian ini pendapat Ibnu Sa'ad dan lainnya, dan (yang) dianggap tepat oleh An Nawawi.

Pendapat yang lain, 8 bulan sebelum hijrah, atau 6 bulan, atau 11 bulan, atau 1 tahun 2 bulan, atau 1 tahun 3 bulan, atau 1 tahun 5 bulan, atau 18 bulan, atau 3 tahun sebelum hijrah, atau 5 tahun.

Ada (pula) pendapat yang mengatakan, terjadi pada bulan Rajab. Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr, dan dikuatkan oleh An Nawawi di dalam kitab Raudhah. Akan tetapi sebagian ulama tidak menjumpainya di dalam Raudhah.

Syaikhul Islam berkata, seperti dinukil oleh muridnya Ibnul Qoyyim di dalam Zaadul Ma'ad, ketika menyebutkan keistimewaan hari-hari dan bulan tertentu daripada yang lainnya, beliau menjawab: “Orang yang mengatakan bahwa malam Isra' lebih mulia daripada malam lailatul qadar, yakni dia berkeyakinan bahwa shalat dan berdo'a pada malam Isra' yang dikerjakan setiap tahunnya lebih afdhal, maka pendapat ini adalah batil. Belum pernah dikatakan oleh seorangpun dari ummat ini. Sangat jelas kebatilannya menurut agama Islam. Hal ini, jika telah diketahui waktu terjadinya malam Isra' mi'raj dengan pasti. Namun, bagaimana jika belum diketahui dalil ynag menetapkan bulannya atau detailnya? Bahkan nukilan-nukilan dalam masalah ini terputus dan berbeda-beda. Tidak terdapat kepastian padanya, dan tidak disyari'atkan bagi kaum muslimin untuk mengkhususkan suatu shalat atau ibadah lainnya pada malam yang diyakini sebagai malam Isra' dan Mi'raj …, hingga beliau berkata: Tidak seorangpun dari kaum muslimin yang meyakini malam Isra' lebih lebih baik dari yang lainnya, terlebih dengan malam lailatul qadar. Demikian pula para shahabat dan tabi'in, mereka tidak mengkhususkan malam ini, dan mereka tidak mengenalnya. Bahkan tidak dikenal kapan terjadinya malam itu".

Ini masalah pertama yang ada kaitannya dengan Isra' Mi'raj. Telah jelas bahwa malam tersebut belum diketahui kapan terjadinya.

http://almanhaj.or.id/content/3089/slash/0
======================================================================

"Yang terpenting dari tidak adanya kesepakatan para 'Ulama untuk menentukan kapan waktu kejadian yang pasti Isra Mi roj adalah berarti Nabi Muhammad ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam dan para Shohabat RodhiyaLLOOHU Anhum tidak menganggap penting waktu kejadian Isro' Mi'roj, karena jika waktu kejadian Isro' Mi'roj itu sangat penting, maka pastilah sampai kepada kita muslim di akhir zaman ini hadits yang shohih (sah) tentang waktu kejadian Isro' Mi'roj."

"Lalu jika waktu kejadian Isro' Mi'roj itu sangat penting maka Nabi Muhammad ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam dan para Shohabat RodhiyaLLOOHU 'Anhum pastilah mengadakan peringatan Isra Mi raj, namun hal itu tidak terjadi, Nabi Muhammad ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam dan para Shohabat RodhiyaLLOOHU 'Anhum, bahkan para Tabi'in, dan Tabi'ut Tabi'in tidak pernah mengadakan peringatan atau perayaan Isro' Mi'roj seperti yang banyak dilaksanakan sebagian besar kaum muslimin khususnya di Indonesia, dimana mereka mengisi perayaan tersebut dengan berbagai macam kegiatan seperti pidato Isro Mi roj, dan lain-lain."

Syukron,
BarokaLLOOHU fiikum,

Abu Sahla Ambary Ibnu Ahmad al Bantani
24 Rojab 1432 H/ 26 Juni 2011 pk 16.38 WIB
di meja kantor

ISRO' MI'ROJ, ISRO' MI'ROJ, ISRO' MI'ROJ, MI'RAJ, ISRA & MIRAJ, ISRO MIROJ, PERINGATAN ISRA MI RAJ, PIDATO ISRO MI ROJ, ISRO MI ROJ NABI MUHAMMAD SAW, ISRA MI ROJ.

ISRA' MI'RAJ, ISRA' MIRAJ, ISRA' MI RAJ, ISRA' MI'ROJ, ISRA' MIROJ, ISRA' MI ROJ, ISRA MI'RAJ, ISRA MIRAJ, ISRA MI'ROJ, ISRA MIROJ.